Materi Sistem Operasi
A.Pengertian sistem operasi
Sistem operasi
merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat
keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer
dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan
berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem
operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi
maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai
sistem operasi itu sendiri.
Pengertian sistem
operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada
sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai
sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya
sistem komputer.
Sistem operasi dapat dikatakan adalah perangkat lunak yang sangat
kompleks. Hal-hal yang
ditangani oleh sistem operasi bukan hanya satu atau dua saja,
melainkan banyak hal. Dari
menangani perangkat keras, perangkat lunak atau program yang
berjalan, sampai menangani
pengguna. Hal tersebut menyebabkan sebuah sistem operasi memiliki
banyak sekali komponenkomponen tersendiri yang memiliki fungsinya
masing-masing. Seluruh komponen yang menyusun
sistem operasi tersebut saling bekerjasama untuk satu tujuan,
yaitu efisiensi kerja seluruh perangkat
komputer dan kenyamanan dalam penggunaan sistem operasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui
komponen-komponen apa saja yang
ada didalam sebuah sistem operasi, agar kita bisa mempelajari
sistem operasi secara menyeluruh.
Tanpa satu saja dari komponen-komponen tersebut, bisa dipastikan
sebuah sistem operasi tidak
akan berjalan dengan maksimal. Bayangkan jika kita memiliki sistem
operasi yang tidak memiliki
kemampuan untuk menangani program-program yang berjalan sekaligus.
Kita tak akan bisa
mengetik sambil mendengarkan lagu sambil berselancar di internet
seperti yang biasa kita lakukan
saat ini. Mempelajari komponen sistem operasi secara umum dapat
mempermudah pemahaman
untuk mengetahui hal-hal yang lebih detail lagi tentang sistem
operasi.
Pengertian secara umum adalah pengelola seluruh sumberdaya yang
terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga
memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumberdaya sistem komputer..
B.Fungsi dasar
Sistem komputer
pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program
aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk
mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program
aplikasi serta para pengguna.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti
membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk
menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya
yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu
sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi
fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan
untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
C.Tujuan mempelajari sistem operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang
sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan
kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan
sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada
aplikasi-aplikasi lain.
D.Sasaran sistem operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu
kenyamanan –membuat penggunaan komputermenjadi lebih nyaman, efisien
–penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi
–sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan
pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
E.Sejarah sistem operasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami
perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:
- Generasi Pertama (1945-1955)Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai penggantisistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas danmanusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secaralangsung.
- Generasi Kedua (1955-1965)Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam saturangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapisistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
- Generasi Ketiga (1965-1980)Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakaisekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer,maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) danmulti-programming (melayani banyak program sekali gus).
- Generasi Keempat (Pasca 1980an)Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadarikeberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini parapengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yangberbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimanakomputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehinggatercapai kinerja yang lebih baik
F.Layanan sistem operasi
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum
harus memiliki layanan sebagai berikut:pembuatan program, eksekusi program,
pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan
sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu parapemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-dataharus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika munculpermasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu parapemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-dataharus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika munculpermasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
G.Struktur komputer
Struktur sebuah sistem komputer dapat dibagi menjadi 5
yaitu:
1.
Sistem Operasi Komputer
Dewasa ini sistem komputer multiguna
terdiri dari CPU (Central Processing Unit); serta sejumlah device controller
yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device
controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya disk drive,
audio device, dan video display). CPU dan device controller dapat dijalankan
secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk
mengatur akses ke memori.
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mestidijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistemkomputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta “dilayani” oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mestidijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistemkomputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta “dilayani” oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda
2.Struktur I/O.
Bagian ini akan membahas struktur I/O, interupsi I/O,
dan DMA, serta perbedaan dalam penangananinterupsi.
- Interupsi
I/O
Untuk memulai operasi I/O, CPU me-load register yang bersesuaian ke device controller. Sebaliknyadevice controller memeriksa isi register untuk kemudian menentukan operasi apa yang harus dilakukan. Pada saat operasi I/O dijalankan ada dua kemungkinan, yaitu synchronous I/O dan asynchronous I/O. Pada synchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. Sedangkan pada asynchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai. Sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat dijalankan secara bersamaan. - Struktur
DMA
Direct Memory Access (DMA) suatu metoda penanganan I/O dimana device controller langsungberhubungan dengan memori tanpa campur tangan CPU. Setelah men-set buffers, pointers, dan counters untuk perangkat I/O, device controller mentransfer blok data langsung ke penyimpanan tanpa campur tangan CPU. DMA digunakan untuk perangkat I/O dengan kecepatan tinggi. Hanya terdapat satuinterupsi setiap blok, berbeda dengan perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi untuk setiap byte (word).
3.Struktur Penyimpanan
Program komputer harus berada di memori utama (biasanya RAM) untuk dapat dijalankan. Memoriutama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor.Idealnya program dan data secara keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen.Namun demikian hal ini tidak mungkin karena:
- Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
- Memori utama bersifat volatile, tidak bisa menyimpan secara permanen, apabila komputer dimatikanmaka data yang tersimpan di memori utama akan hilang.
Struktur penyimpanan terdiri atas 2
bagian yaitu:
1.Memori Utama
Hanya memori utama dan register
merupakan tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor.
Oleh karena itu instruksi dan data yang akan dieksekusi harus disimpan di
memori utama atau register.
Untuk mempermudah akses perangkat I/O ke
memori, pada arsitektur komputer menyediakan fasilitas pemetaan memori ke I/O.
Dalam hal ini sejumlah alamat di memori dipetakan dengan device register.
Membaca dan menulis pada alamat memori ini menyebabkan data ditransfer dari dan
ke device register. Metode ini cocok untuk perangkat dengan waktu respon yang
cepat seperti video controller.
Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.
Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.
2.Magnetic
Disk
Magnetic Disk berperan sebagai secondary
storage pada sistem komputer modern. Magnetic Diskdisusun dari
piringan-piringan seperti CD. Kedua permukaan piringan diselimuti oleh
bahan-bahanmagnetik. Permukaan dari piringan dibagi-bagi menjadi track yang memutar,
yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sektor.
4.Storage Hierarchy
Dalam storage hierarchy structure, data yang sama bisa
tampil dalam level berbeda dari sistempenyimpanan. Sebagai contoh integer A
berlokasi pada bekas B yang ditambahkan 1, dengan asumsibekas B terletak pada
magnetic disk. Operasi penambahan diproses dengan pertama kali mengeluarkan
operasi I/O untuk menduplikat disk block pada A yang terletak pada memori utama
Operasi ini diikuti dengan kemungkinan penduplikatan A ke dalam cache dan
penduplikatan A ke dalam internal register. Sehingga penduplikatan A terjadi di
beberapa tempat. Pertama terjadi di internal register dimana nilai A berbeda
dengan yang di sistem penyimpanan. Dan nilai di A akan kembali sama ketika
nilai baru ditulis ulang ke magnetic disk.
Pada kondisi multi prosesor, situasi akan menjadi
lebih rumit. Hal ini disebabkan masing-masingprosesor mempunyai local cache.
Dalam kondisi seperti ini hasil duplikat dari A mungkin hanya ada di beberapa
cache. Karena CPU (register-register) dapat dijalankan secara bersamaan maka
kita harus memastikan perubahan nilai A pada satu cache akan mengubah nilai A
pada semua cache yang ada. Hal ini disebut sebagai Cache Coherency.
5.Proteksi Perangkat Keras
Sistem komputer terdahulu berjenis programmer-operated
systems. Ketika komputer dioperasikan dalam konsul mereka (pengguna) harus
melengkapi sistem terlebih dahulu. Akan tetapi setelah sistem operasi lahir
maka hal tersebut diambil alih oleh sistem operasi. Sebagai contoh pada monitor
yang proses I/O sudah diambil alih oleh sistem operasi, padahal dahulu hal ini
dilakukan oleh pengguna.
Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjangprogram secara simultan. Pengertian spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/Omasih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Pembagian ini memang menguntungkan sebab banyak proses dapat berjalan pada satu waktu akan tetapi mengakibatkan masalah-masalah baru. Ketika tidak di sharing maka jika terjadi kesalahan hanyalah akan membuat kesalahan program. Tapi jika di-sharing jika terjadi kesalahan pada satu proses/ program akan berpengaruh pada proses lainnya.
Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu sajaprogram yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.
Banyak kesalahan pemprograman dideteksi oleh perangkat keras. Kesalahan ini biasanya ditangani oleh sistem operasi. Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.
Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjangprogram secara simultan. Pengertian spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/Omasih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Pembagian ini memang menguntungkan sebab banyak proses dapat berjalan pada satu waktu akan tetapi mengakibatkan masalah-masalah baru. Ketika tidak di sharing maka jika terjadi kesalahan hanyalah akan membuat kesalahan program. Tapi jika di-sharing jika terjadi kesalahan pada satu proses/ program akan berpengaruh pada proses lainnya.
Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu sajaprogram yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.
Banyak kesalahan pemprograman dideteksi oleh perangkat keras. Kesalahan ini biasanya ditangani oleh sistem operasi. Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.
a.Operasi Dual Mode
Untuk memastikan operasi berjalan baik kita harus
melindungi sistem operasi, program, dan data dari program-program yang salah.
Proteksi ini memerlukan share resources. Hal ini bisa dilakukan sistem operasi
dengan cara menyediakan pendukung perangkat keras yang mengizinkan kita
membedakan mode pengeksekusian program.Mode yang kita butuhkan ada dua mode
operasi yaitu:
• Mode Monitor.• Mode Pengguna.Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yangsedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jikaMode Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akanmen-switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (state akan berubah menjadi bit 1).
• Mode Monitor.• Mode Pengguna.Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yangsedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jikaMode Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akanmen-switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (state akan berubah menjadi bit 1).
b.Proteksi I/O
Pengguna bisa mengacaukan sistem operasi dengan
melakukan instruksi I/O ilegal dengan mengakses lokasi memori untuk sistem
operasi atau dengan cara hendak melepaskan diri dari prosesor. Untuk
mencegahnya kita menganggap semua instruksi I/O sebagai privilidge instruction
sehingga mereka tidak bisa mengerjakan instruksi I/O secara langsung ke memori
tapi harus lewat sistem operasi terlebih dahulu. Proteksi I/O dikatakan selesai
jika pengguna dapat dipastikan tidak akan menyentuh mode monitor. Jika hal ini
terjadi proteksi I/O dapat dikompromikan.
c.Proteksi Memori
Salah satu proteksi perangkat keras ialah dengan
proteksi memori yaitu dengan pembatasan penggunaan memori. Disini diperlukan
beberapa istilah yaitu:
- Base Register yaitu alamat memori fisik awal yang dialokasikan/ boleh digunakan oleh pengguna.
- Limit Register yaitu nilai batas dari alamat memori fisik awal yang dialokasikan/boleh digunakan oleh pengguna.
- Proteksi Perangkat Keras.Sebagai contoh sebuah pengguna dibatasi mempunyai base register 300040 dan mempunyai limitregister 120900 maka pengguna hanya diperbolehkan menggunakan alamat memori fisik antara 300040 hingga 420940 saja.
H.Struktur sistem operasi
Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai
struktur yang sama. Namun menurut AviSilberschatz, Peter Galvin, dan Greg
Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyaikomponen sebagai berikut:
- Managemen Proses.
- Managemen Memori Utama.
- Managemen Secondary-Storage.
- Managemen Sistem I/O.
- Managemen Berkas.
- Sistem Proteksi.
- Jaringan.
- Command-Interpreter system.
1.Managemen Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di
eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan
tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas,
dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen prosesseperti:
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen prosesseperti:
- Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
- Menunda atau melanjutkan proses.
- Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
- Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
- Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
2.Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah
sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan,
ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri.
Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan
oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang
sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
- Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
- Memilih program yang akan di-load ke memori.
- Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
3.Managemen Secondary-Storage
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat
sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan
keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang
bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari
secondary-storage adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-managementseperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-managementseperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.
4.Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan “device
driver” yang umum sehingga operasi I/O dapatseragam (membuka, membaca, menulis,
menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas
pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
- Buffer: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
- Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
- Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O tertentu.
5.Managemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan
sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur
yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi
bertanggung-jawab:
- Pembuatan dan penghapusan berkas.
- Pembuatan dan penghapusan direktori.
- Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
- Memetakan berkas ke secondary storage.
- Membackup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
6.Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses
yang dilakukan oleh program, prosesor,atau pengguna ke sistem sumber daya.
Mekanisme proteksi harus:
- membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
- specify the controls to be imposed.
- provide a means of enforcement.
7.Jaringan
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang
tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri.
Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem
terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses
tersebut menyebabkan:
- Computation speed-up.
- Increased data availability.
- Enhanced reliability.
8.Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna
(command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control
statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter,
dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem
operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi
I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan
lain-lain.
I.Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk “load”
program ke memori dan menjalankanprogram. Operasi I/O: pengguna tidak dapat
secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus
menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Sistem
manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada berkas (membaca,
menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data/
informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih).
Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”,
perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
Efesisensi penggunaan sistem:
- Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke beberapa pengguna atau job yang jalanpada saat yang bersamaan.
- Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna dikontrol aksesnya kesistem).
- Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan ataukebijaksanaan).
J.System Calls
System call menyediakan interface antara program
(program pengguna yang berjalan) dan bagian OS.System call menjadi jembatan
antara proses dan sistem operasi. System call ditulis dalam bahasaassembly atau
bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh: UNIX
menyediakansystem call: read, write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
- Melalui registers (sumber daya di CPU).
- Menyimpan parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk oleh pointeryang disimpan di register.
- Push (store) melalui “stack” pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.
K.Mesin Virtual
Sebuah mesin virtual (Virtual Machine) menggunakan
misalkan terdapat sistem program => controlprogram yang mengatur pemakaian
sumber daya perangkat keras. Control program = trap System call + akses ke
perangkat keras. Control program memberikan fasilitas ke proses pengguna.
Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan interface “identik” dengan apa
yang disediakan oleh perangkat keras => sharing devices untuk berbagai
proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking:seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MVterpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking:seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MVterpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
L.Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi harus nyaman
digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat. Target untuk
sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi, dan dipelihara,
sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
- Mekanisme menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; inimengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
- Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan.Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkanfleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Implementasi Sistem biasanya menggunakan bahas
assembly, sistem operasi sekarang dapat ditulisdengan menggunakan bahasa
tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat
dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah dimengerti dan didebug. Sistem operasi
lebih mudah dipindahkan ke perangkat keras yang lain bila ditulis dengan bahasa
tingkat tinggi.
M.System Generation (SYSGEN)
Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di
berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap komputer.
Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari sistem
perangkat keras.
- Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
- Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan kernel,memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.
M.Rangkuman
Sistem operasi
telah berkembang selama lebih dari 40 tahun dengan dua tujuan utama. Pertama,
sistem operasi mencoba mengatur aktivitas-aktivitas komputasi untuk memastikan pendayagunaan
yang baik dari sistem komputasi tersebut. Kedua, menyediakan lingkungan yang
nyaman untuk pengembangan dan jalankan dari program.
Pada awalnya,
sistem komputer digunakan dari depan konsul. Perangkat lunak seperti assembler,
loader, linkerdan compiler meningkatkan kenyamanan dari sistem pemrograman,
tapi juga memerlukan waktu set-up yang banyak. Untuk mengurangi waktu set-up
tersebut, digunakan jasa operator dan menggabungkan tugas-tugas yang sama
(sistem batch). Sistem batch mengizinkan pengurutan tugas secara otomatis
dengan menggunakan sistem operasi yang resident dan memberikan peningkatan yang
cukup besar dalam utilisasi komputer. Komputer tidak perlu lagi menunggu
operasi oleh pengguna. Tapi utilisasi CPU tetap saja rendah. Hal ini dikarenakan
lambatnya kecepatan alat-alat untuk I/O relatif terhadap kecepatan CPU. Operasi
off-line dari alat-alat yang lambat bertujuan untuk menggunakan beberapa sistem
reader-to-tape dan tape-to-printer untuk satu CPU.
Untuk
meningkatkan keseluruhan kemampuan dari sistem komputer, para developer
memperkenalkan konsep multiprogramming. Dengan multiprogramming, beberapa tugas
disimpan dalam memori dalam satu waktu; CPU digunakan secara bergantian
sehingga menambah utilisasi CPU dan mengurangi total waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Multiprogramming, yang dibuat untuk
meningkatkan kemampuan, juga mengizinkan time sharing. Sistem operasi yang
bersifat time-shared memperbolehkan banyak pengguna untuk menggunakan komputer
secara interaktif pada saat yang bersamaan. Komputer Personal adalah
mikrokomputer yang dianggap lebih kecil dan lebih murah dibandingkan komputer
mainframe. Sistem operasi untuk komputer-komputer seperti ini diuntungkan oleh
pengembangan sistem operasi untuk komputer mainframe dalam beberapa hal. Namun,
semenjak penggunaan komputer untuk keperluan pribadi, maka utilisasi CPU tidak
lagi menjadi perhatian utama. Karena itu, beberapa desain untuk komputer
mainframe tidak cocok untuk sistem yang lebih kecil.
Sistem parallel
mempunyai lebih dari satu CPU yang mempunyai hubungan yang erat; CPU-CPU
tersebut
berbagi bus komputer, dan kadang-kadang berbagi memori dan perangkat yang
lainnya. Sistem seperti itu dapat meningkatkan throughput dan reliabilititas.
Sistem hard real-time sering kali digunakan sebagai alat pengontrol untuk
applikasi yang dedicated. Sistem operasi yang hard real-time mempunyai batasan
waktu yang tetap yang sudah didefinisikan dengan baik.Pemrosesan harus selesai
dalam batasan-batasan yang sudah didefinisikan, atau sistem akan gagal. Sistem
soft real-time mempunyai lebih sedikit batasan waktu yang keras, dan tidak
mendukung penjadwalan dengan
menggunakan
batas akhir. Pengaruh dari internet dan World Wide Webbaru-baru ini telah
mendorong pengembangan sistem operasi modern yang menyertakan web browser serta
perangkat lunak jaringan dan komunikasi sebagai satu kesatuan.
Multiprogramming
dan sistem time-sharing meningkatkan kemampuan komputer dengan melampaui batas
operasi (overlap) CPU dan I/O dalam satu mesin. Hal seperti itu memerlukan
perpindahan data antara CPU dan alat I/O, ditangani baik dengan polling atau
interrupt-driven akses ke I/O port, atau dengan perpindahan DMA. Agar komputer
dapat menjalankan suatu program, maka program tersebut harus berada di memori
utama (memori utama). Memori utama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang
besar yang dapat diakses secara langsung oleh prosessor, merupakan suatu array
dari word atau byte, yang mempunyai ukuran ratusan sampai jutaan ribu. Setiap
word memiliki alamatnya sendiri. Memori utama adalah tempat penyimpanan yang
volatile, dimana isinya hilang bila sumber energinya (energi listrik) dimatikan.
Kebanyakan sistem komputer menyediakan secondary storage sebagai perluasan dari
memori utama. Syarat utama dari secondary storage adalah dapat menyimpan data
dalam jumlah besar secara permanen. Secondary storage yang paling umum adalah
disk magnetik, yang meyediakan penyimpanan untuk program mau pun data. Disk
magnetik adalah alat penyimpanan data yang nonvolatile yang juga menyediakan
akses secara random. Tape magnetik digunakan terutama untuk backup, penyimpanan
informasi yang jarang digunakan, dan sebagai media pemindahan informasi dari
satu sistem ke sistem yang lain.
Beragam sistem
penyimpanan dalam sistem komputer dapat disusun dalam hirarki berdasarkan
kecepatan dan
biayanya. Tingkat yang paling atas adalah yang paling mahal, tapi cepat. Semakin
kebawah, biaya
perbit menurun, sedangkan waktu aksesnya semakin bertambah (semakin lambat).
Sistem operasi
harus memastikan operasi yang benar dari sistem komputer. Untuk mencegah
pengguna program mengganggu operasi yang berjalan dalam sistem, perangkat keras
mempunyai dua mode: mode pengguna dan mode monitor. Beberapa perintah (seperti
perintah I/O dan perintah halt) adalah perintah khusus, dan hanya dapat
dijalankan dalam mode monitor. Memori juga harus dilindungi dari modifikasi
oleh pengguna. Timer mencegah terjadinya pengulangan secara terus menerus
(infinite loop). Hal-hal tersebut (dual mode, perintah khusus, pengaman memori,
timer interrupt) adalah blok bangunan dasar yang digunakan oleh sistem operasi
untuk mencapai operasi yang sesuai.
Sistem operasi
menyediakan banyak pelayanan. Di tingkat terrendah, sistem calls mengizinkan
program yang sedang berjalan untuk membuat permintaan secara langsung dari
sistem operasi. Di tingkat tertinggi, command interpreter atau shell
menyediakan mekanisme agar pengguna dapat membuat permintaan tanpa menulis
program. Command dapat muncul dari bekas sewaktu jalankan batch-mode, atau
secara langsung dari terminal ketika dalam mode interaktive atau time-shared.
Program sistem disediakan untuk memenuhi kebanyakan dari permintaan pengguna.
Tipe dari permintaan beragam sesuai dengan levelnya. Level sistem call harus
menyediakan fungsi dasar, seperti kontrol proses serta manipulasi alat dan
bekas. Permintaan dengan level yang lebih tinggi (command interpreter atau program
sistem) diterjemahkan kedalam urutan sistem call.
Pelayanan
sistem dapat dikelompokkan kedalam beberapa kategori: kontrol program, status
permintaan dan permintaan I/O. Program error dapat dipertimbangkan sebagai
permintaan yang implisit untuk pelayanan. Bila sistem pelayanan sudah
terdefinisi, maka struktur dari sistem operasi dapat dikembangkan. Berbagai
macam tabel diperlukan untuk menyimpan informasi yang mendefinisikan status
dari sistem komputer dan status dari sistem tugas. Perancangan dari suatu
sistem operasi yang baru merupakan tugas yang utama. Sangat penting bahwa
tujuan dari sistem sudah terdefinisi dengan baik sebelum memulai perancangan.
Tipe dari sistem yang diinginkan adalah landasan dalam memilih beragam
algoritma dan strategi yang akan digunakan. Karena besarnya sistem operasi,
maka modularitas adalah hal yang penting. Merancang sistem sebagai suatu urutan
dari layer atau dengan menggunakan mikrokernel merupakan salah satu teknik yang
baik. Konsep virtual machine mengambil pendekatan layer dan memperlakukan baik
itu kernel dari sistem operasi dan perangkat kerasnya sebagai suatu perangkat
keras. Bahkan sistem operasi yang lain dapat dimasukkan diatas virtual machine
tersebut. Setiap sistem operasi yang mengimplemen JVM dapat menjalankan semua
program java, karena JVM
mendasari dari
sistem ke program java, menyediakan arsitektur tampilan yang netral.
Didalam daur
perancangan sistem operasi, kita harus berhati-hati untuk memisahkan pembagian
kebijakan
(policy decision) dengan detail dari implementasi (mechanism). Pemisahan ini
membuat
fleksibilitas
yang maksimal apabila policy decision akan diubah kemudian. Sistem operasi
sekarang ini hampir selalu ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi.
Hal ini meningkatkan implementasi, perawatan portabilitas. Untuk membuat sistem
operasi untuk suatu konfigurasi mesin tertentu, kita harus melakukan system
generation.
< = G00d luck=>
Anak Q 1980
Materi Sistem Operasi
A.Pengertian sistem operasi
Sistem operasi
merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat
keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer
dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan
berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem
operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi
maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai
sistem operasi itu sendiri.
Pengertian sistem
operasi secara umum ialah pengelola seluruh sumber-daya yang terdapat pada
sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan (system calls) ke pemakai
sehingga memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumber-daya
sistem komputer.
Sistem operasi dapat dikatakan adalah perangkat lunak yang sangat
kompleks. Hal-hal yang
ditangani oleh sistem operasi bukan hanya satu atau dua saja,
melainkan banyak hal. Dari
menangani perangkat keras, perangkat lunak atau program yang
berjalan, sampai menangani
pengguna. Hal tersebut menyebabkan sebuah sistem operasi memiliki
banyak sekali komponenkomponen tersendiri yang memiliki fungsinya
masing-masing. Seluruh komponen yang menyusun
sistem operasi tersebut saling bekerjasama untuk satu tujuan,
yaitu efisiensi kerja seluruh perangkat
komputer dan kenyamanan dalam penggunaan sistem operasi.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui
komponen-komponen apa saja yang
ada didalam sebuah sistem operasi, agar kita bisa mempelajari
sistem operasi secara menyeluruh.
Tanpa satu saja dari komponen-komponen tersebut, bisa dipastikan
sebuah sistem operasi tidak
akan berjalan dengan maksimal. Bayangkan jika kita memiliki sistem
operasi yang tidak memiliki
kemampuan untuk menangani program-program yang berjalan sekaligus.
Kita tak akan bisa
mengetik sambil mendengarkan lagu sambil berselancar di internet
seperti yang biasa kita lakukan
saat ini. Mempelajari komponen sistem operasi secara umum dapat
mempermudah pemahaman
untuk mengetahui hal-hal yang lebih detail lagi tentang sistem
operasi.
Pengertian secara umum adalah pengelola seluruh sumberdaya yang
terdapat pada sistem
komputer dan menyediakan sekumpulan layanan ke pemakai sehingga
memudahkan dan menyamankan penggunaan serta pemanfaatan sumberdaya sistem komputer..
B.Fungsi dasar
Sistem komputer
pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, yaitu perangkat-keras, program
aplikasi, sistem-operasi, dan para pengguna. Sistem operasi berfungsi untuk
mengatur dan mengawasi penggunaan perangkat keras oleh berbagai program
aplikasi serta para pengguna.
Sistem operasi berfungsi ibarat pemerintah dalam suatu negara, dalam arti
membuat kondisi komputer agar dapat menjalankan program secara benar. Untuk
menghindari konflik yang terjadi pada saat pengguna menggunakan sumber-daya
yang sama, sistem operasi mengatur pengguna mana yang dapat mengakses suatu
sumber-daya. Sistem operasi juga sering disebut resource allocator. Satu lagi
fungsi penting sistem operasi ialah sebagai program pengendali yang bertujuan
untuk menghindari kekeliruan (error) dan penggunaan komputer yang tidak perlu.
C.Tujuan mempelajari sistem operasi
Tujuan mempelajari sistem operasi agar dapat merancang
sendiri serta dapat memodifikasi sistem yang telah ada sesuai dengan kebutuhan
kita, agar dapat memilih alternatif sistem operasi, memaksimalkan penggunaan
sistem operasi dan agar konsep dan teknik sistem operasi dapat diterapkan pada
aplikasi-aplikasi lain.
D.Sasaran sistem operasi
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama yaitu
kenyamanan –membuat penggunaan komputermenjadi lebih nyaman, efisien
–penggunaan sumber-daya sistem komputer secara efisien, serta mampu berevolusi
–sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan
pengembangan, pengujian serta pengajuan sistem-sistem yang baru.
E.Sejarah sistem operasi
Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami
perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi kedalam empat generasi:
- Generasi Pertama (1945-1955)Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai penggantisistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas danmanusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secaralangsung.
- Generasi Kedua (1955-1965)Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam saturangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapisistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.
- Generasi Ketiga (1965-1980)Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakaisekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer,maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) danmulti-programming (melayani banyak program sekali gus).
- Generasi Keempat (Pasca 1980an)Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadarikeberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini parapengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer yangberbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimanakomputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehinggatercapai kinerja yang lebih baik
F.Layanan sistem operasi
Sebuah sistem operasi yang baik menurut Tanenbaum
harus memiliki layanan sebagai berikut:pembuatan program, eksekusi program,
pengaksesan I/O Device, pengaksesan terkendali terhadap berkas pengaksesan
sistem, deteksi dan pemberian tanggapan pada kesalahan, serta akunting.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu parapemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-dataharus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika munculpermasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
Pembuatan program yaitu sistem operasi menyediakan fasilitas dan layanan untuk membantu parapemrogram untuk menulis program; Eksekusi Program yang berarti Instruksi-instruksi dan data-dataharus dimuat ke memori utama, perangkat-parangkat masukan/ keluaran dan berkas harus di-inisialisasi, serta sumber-daya yang ada harus disiapkan, semua itu harus di tangani oleh sistem operasi; Pengaksesan I/O Device, artinya Sistem Operasi harus mengambil alih sejumlah instruksi yang rumit dan sinyal kendali menjengkelkan agar pemrogram dapat berfikir sederhana dan perangkat pun dapat beroperasi; Pengaksesan terkendali terhadap berkas yang artinya disediakannya mekanisme proteksi terhadap berkas untuk mengendalikan pengaksesan terhadap berkas; Pengaksesan sistem artinya pada pengaksesan digunakan bersama (shared system); Fungsi pengaksesan harus menyediakan proteksi terhadap sejumlah sumber-daya dan data dari pemakai tak terdistorsi serta menyelesaikan konflik-konflik dalam perebutan sumber-daya; Deteksi dan Pemberian tanggapan pada kesalahan, yaitu jika munculpermasalahan muncul pada sistem komputer maka sistem operasi harus memberikan tanggapan yang menjelaskan kesalahan yang terjadi serta dampaknya terhadap aplikasi yang sedang berjalan; dan Akunting yang artinya Sistem Operasi yang bagus mengumpulkan data statistik penggunaan beragam sumber-daya dan memonitor parameter kinerja.
G.Struktur komputer
Struktur sebuah sistem komputer dapat dibagi menjadi 5
yaitu:
1.
Sistem Operasi Komputer
Dewasa ini sistem komputer multiguna
terdiri dari CPU (Central Processing Unit); serta sejumlah device controller
yang dihubungkan melalui bus yang menyediakan akses ke memori. Setiap device
controller bertugas mengatur perangkat yang tertentu (contohnya disk drive,
audio device, dan video display). CPU dan device controller dapat dijalankan
secara bersamaan, namun demikian diperlukan mekanisme sinkronisasi untuk
mengatur akses ke memori.
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mestidijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistemkomputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta “dilayani” oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda
Pada saat pertama kali dijalankan atau pada saat boot, terdapat sebuah program awal yang mestidijalankan. Program awal ini disebut program bootstrap. Program ini berisi semua aspek dari sistemkomputer, mulai dari register CPU, device controller, sampai isi memori.
Interupsi merupakan bagian penting dari sistem arsitektur komputer. Setiap sistem komputer memiliki mekanisme yang berbeda. Interupsi bisa terjadi apabila perangkat keras (hardware) atau perangkat lunak (software) minta “dilayani” oleh prosesor. Apabila terjadi interupsi maka prosesor menghentikan proses yang sedang dikerjakannya, kemudian beralih mengerjakan service routine untuk melayani interupsi tersebut. Setelah selesai mengerjakan service routine maka prosesor kembali melanjutkan proses yang tertunda
2.Struktur I/O.
Bagian ini akan membahas struktur I/O, interupsi I/O,
dan DMA, serta perbedaan dalam penangananinterupsi.
- Interupsi
I/O
Untuk memulai operasi I/O, CPU me-load register yang bersesuaian ke device controller. Sebaliknyadevice controller memeriksa isi register untuk kemudian menentukan operasi apa yang harus dilakukan. Pada saat operasi I/O dijalankan ada dua kemungkinan, yaitu synchronous I/O dan asynchronous I/O. Pada synchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna setelah proses I/O selesai dikerjakan. Sedangkan pada asynchronous I/O, kendali dikembalikan ke proses pengguna tanpa menunggu proses I/O selesai. Sehingga proses I/O dan proses pengguna dapat dijalankan secara bersamaan. - Struktur
DMA
Direct Memory Access (DMA) suatu metoda penanganan I/O dimana device controller langsungberhubungan dengan memori tanpa campur tangan CPU. Setelah men-set buffers, pointers, dan counters untuk perangkat I/O, device controller mentransfer blok data langsung ke penyimpanan tanpa campur tangan CPU. DMA digunakan untuk perangkat I/O dengan kecepatan tinggi. Hanya terdapat satuinterupsi setiap blok, berbeda dengan perangkat yang mempunyai kecepatan rendah dimana interupsi terjadi untuk setiap byte (word).
3.Struktur Penyimpanan
Program komputer harus berada di memori utama (biasanya RAM) untuk dapat dijalankan. Memoriutama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor.Idealnya program dan data secara keseluruhan dapat disimpan dalam memori utama secara permanen.Namun demikian hal ini tidak mungkin karena:
- Ukuran memori utama relatif kecil untuk dapat menyimpan data dan program secara keseluruhan.
- Memori utama bersifat volatile, tidak bisa menyimpan secara permanen, apabila komputer dimatikanmaka data yang tersimpan di memori utama akan hilang.
Struktur penyimpanan terdiri atas 2
bagian yaitu:
1.Memori Utama
Hanya memori utama dan register
merupakan tempat penyimpanan yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor.
Oleh karena itu instruksi dan data yang akan dieksekusi harus disimpan di
memori utama atau register.
Untuk mempermudah akses perangkat I/O ke
memori, pada arsitektur komputer menyediakan fasilitas pemetaan memori ke I/O.
Dalam hal ini sejumlah alamat di memori dipetakan dengan device register.
Membaca dan menulis pada alamat memori ini menyebabkan data ditransfer dari dan
ke device register. Metode ini cocok untuk perangkat dengan waktu respon yang
cepat seperti video controller.
Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.
Register yang terdapat dalam prosesor dapat diakses dalam waktu 1 clock cycle. Hal ini menyebabkan register merupakan media penyimpanan dengan akses paling cepat bandingkan dengan memori utama yang membutuhkan waktu relatif lama. Untuk mengatasi perbedaan kecepatan, dibuatlah suatu penyangga (buffer) penyimpanan yang disebut cache.
2.Magnetic
Disk
Magnetic Disk berperan sebagai secondary
storage pada sistem komputer modern. Magnetic Diskdisusun dari
piringan-piringan seperti CD. Kedua permukaan piringan diselimuti oleh
bahan-bahanmagnetik. Permukaan dari piringan dibagi-bagi menjadi track yang memutar,
yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa sektor.
4.Storage Hierarchy
Dalam storage hierarchy structure, data yang sama bisa
tampil dalam level berbeda dari sistempenyimpanan. Sebagai contoh integer A
berlokasi pada bekas B yang ditambahkan 1, dengan asumsibekas B terletak pada
magnetic disk. Operasi penambahan diproses dengan pertama kali mengeluarkan
operasi I/O untuk menduplikat disk block pada A yang terletak pada memori utama
Operasi ini diikuti dengan kemungkinan penduplikatan A ke dalam cache dan
penduplikatan A ke dalam internal register. Sehingga penduplikatan A terjadi di
beberapa tempat. Pertama terjadi di internal register dimana nilai A berbeda
dengan yang di sistem penyimpanan. Dan nilai di A akan kembali sama ketika
nilai baru ditulis ulang ke magnetic disk.
Pada kondisi multi prosesor, situasi akan menjadi
lebih rumit. Hal ini disebabkan masing-masingprosesor mempunyai local cache.
Dalam kondisi seperti ini hasil duplikat dari A mungkin hanya ada di beberapa
cache. Karena CPU (register-register) dapat dijalankan secara bersamaan maka
kita harus memastikan perubahan nilai A pada satu cache akan mengubah nilai A
pada semua cache yang ada. Hal ini disebut sebagai Cache Coherency.
5.Proteksi Perangkat Keras
Sistem komputer terdahulu berjenis programmer-operated
systems. Ketika komputer dioperasikan dalam konsul mereka (pengguna) harus
melengkapi sistem terlebih dahulu. Akan tetapi setelah sistem operasi lahir
maka hal tersebut diambil alih oleh sistem operasi. Sebagai contoh pada monitor
yang proses I/O sudah diambil alih oleh sistem operasi, padahal dahulu hal ini
dilakukan oleh pengguna.
Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjangprogram secara simultan. Pengertian spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/Omasih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Pembagian ini memang menguntungkan sebab banyak proses dapat berjalan pada satu waktu akan tetapi mengakibatkan masalah-masalah baru. Ketika tidak di sharing maka jika terjadi kesalahan hanyalah akan membuat kesalahan program. Tapi jika di-sharing jika terjadi kesalahan pada satu proses/ program akan berpengaruh pada proses lainnya.
Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu sajaprogram yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.
Banyak kesalahan pemprograman dideteksi oleh perangkat keras. Kesalahan ini biasanya ditangani oleh sistem operasi. Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.
Untuk meningkatkan utilisasi sistem, sistem operasi akan membagi sistem sumber daya sepanjangprogram secara simultan. Pengertian spooling adalah suatu program dapat dikerjakan walau pun I/Omasih mengerjakan proses lainnya dan disk secara bersamaan menggunakan data untuk banyak proses. Pengertian multi programming adalah kegiatan menjalankan beberapa program pada memori pada satu waktu.
Pembagian ini memang menguntungkan sebab banyak proses dapat berjalan pada satu waktu akan tetapi mengakibatkan masalah-masalah baru. Ketika tidak di sharing maka jika terjadi kesalahan hanyalah akan membuat kesalahan program. Tapi jika di-sharing jika terjadi kesalahan pada satu proses/ program akan berpengaruh pada proses lainnya.
Sehingga diperlukan pelindung (proteksi). Tanpa proteksi jika terjadi kesalahan maka hanya satu sajaprogram yang dapat dijalankan atau seluruh output pasti diragukan.
Banyak kesalahan pemprograman dideteksi oleh perangkat keras. Kesalahan ini biasanya ditangani oleh sistem operasi. Jika terjadi kesalahan program, perangkat keras akan meneruskan kepada sistem operasi dan sistem operasi akan menginterupsi dan mengakhirinya. Pesan kesalahan disampaikan, dan memori dari program akan dibuang. Tapi memori yang terbuang biasanya tersimpan pada disk agar programmer bisa membetulkan kesalahan dan menjalankan program ulang.
a.Operasi Dual Mode
Untuk memastikan operasi berjalan baik kita harus
melindungi sistem operasi, program, dan data dari program-program yang salah.
Proteksi ini memerlukan share resources. Hal ini bisa dilakukan sistem operasi
dengan cara menyediakan pendukung perangkat keras yang mengizinkan kita
membedakan mode pengeksekusian program.Mode yang kita butuhkan ada dua mode
operasi yaitu:
• Mode Monitor.• Mode Pengguna.Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yangsedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jikaMode Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akanmen-switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (state akan berubah menjadi bit 1).
• Mode Monitor.• Mode Pengguna.Pada perangkat keras akan ada bit atau Bit Mode yang berguna untuk membedakan mode apa yangsedang digunakan dan apa yang sedang dikerjakan. Jika Mode Monitor maka akan benilai 0, dan jikaMode Pengguna maka akan bernilai 1.
Pada saat boot time, perangkat keras bekerja pada mode monitor dan setelah sistem operasi di-load maka akan mulai masuk ke mode pengguna. Ketika terjadi trap atau interupsi, perangkat keras akanmen-switch lagi keadaan dari mode pengguna menjadi mode monitor (terjadi perubahan state menjadi bit 0). Dan akan kembali menjadi mode pengguna jikalau sistem operasi mengambil alih proses dan kontrol komputer (state akan berubah menjadi bit 1).
b.Proteksi I/O
Pengguna bisa mengacaukan sistem operasi dengan
melakukan instruksi I/O ilegal dengan mengakses lokasi memori untuk sistem
operasi atau dengan cara hendak melepaskan diri dari prosesor. Untuk
mencegahnya kita menganggap semua instruksi I/O sebagai privilidge instruction
sehingga mereka tidak bisa mengerjakan instruksi I/O secara langsung ke memori
tapi harus lewat sistem operasi terlebih dahulu. Proteksi I/O dikatakan selesai
jika pengguna dapat dipastikan tidak akan menyentuh mode monitor. Jika hal ini
terjadi proteksi I/O dapat dikompromikan.
c.Proteksi Memori
Salah satu proteksi perangkat keras ialah dengan
proteksi memori yaitu dengan pembatasan penggunaan memori. Disini diperlukan
beberapa istilah yaitu:
- Base Register yaitu alamat memori fisik awal yang dialokasikan/ boleh digunakan oleh pengguna.
- Limit Register yaitu nilai batas dari alamat memori fisik awal yang dialokasikan/boleh digunakan oleh pengguna.
- Proteksi Perangkat Keras.Sebagai contoh sebuah pengguna dibatasi mempunyai base register 300040 dan mempunyai limitregister 120900 maka pengguna hanya diperbolehkan menggunakan alamat memori fisik antara 300040 hingga 420940 saja.
H.Struktur sistem operasi
Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai
struktur yang sama. Namun menurut AviSilberschatz, Peter Galvin, dan Greg
Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyaikomponen sebagai berikut:
- Managemen Proses.
- Managemen Memori Utama.
- Managemen Secondary-Storage.
- Managemen Sistem I/O.
- Managemen Berkas.
- Sistem Proteksi.
- Jaringan.
- Command-Interpreter system.
1.Managemen Proses
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di
eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan
tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas,
dan perangkat-perangkat I/O.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen prosesseperti:
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen prosesseperti:
- Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
- Menunda atau melanjutkan proses.
- Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
- Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
- Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.
2.Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah
sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan,
ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri.
Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan
oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang
sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan.
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
- Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya.
- Memilih program yang akan di-load ke memori.
- Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.
3.Managemen Secondary-Storage
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat
sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan
keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang
bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari
secondary-storage adalah harddisk, disket, dll.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-managementseperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.
Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-managementseperti: free-space management, alokasi penyimpanan, penjadualan disk.
4.Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan “device
driver” yang umum sehingga operasi I/O dapatseragam (membuka, membaca, menulis,
menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas
pada hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
- Buffer: menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
- Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
- Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O tertentu.
5.Managemen Berkas
Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan
sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur
yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi
bertanggung-jawab:
- Pembuatan dan penghapusan berkas.
- Pembuatan dan penghapusan direktori.
- Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
- Memetakan berkas ke secondary storage.
- Membackup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).
6.Sistem Proteksi
Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses
yang dilakukan oleh program, prosesor,atau pengguna ke sistem sumber daya.
Mekanisme proteksi harus:
- membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
- specify the controls to be imposed.
- provide a means of enforcement.
7.Jaringan
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang
tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri.
Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem
terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses
tersebut menyebabkan:
- Computation speed-up.
- Increased data availability.
- Enhanced reliability.
8.Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna
(command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control
statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter,
dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem
operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi
I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan
lain-lain.
I.Layanan Sistem Operasi
Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk “load”
program ke memori dan menjalankanprogram. Operasi I/O: pengguna tidak dapat
secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus
menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Sistem
manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada berkas (membaca,
menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data/
informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih).
Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”,
perangkat keras mau pun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:
Efesisensi penggunaan sistem:
- Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke beberapa pengguna atau job yang jalanpada saat yang bersamaan.
- Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna dikontrol aksesnya kesistem).
- Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan ataukebijaksanaan).
J.System Calls
System call menyediakan interface antara program
(program pengguna yang berjalan) dan bagian OS.System call menjadi jembatan
antara proses dan sistem operasi. System call ditulis dalam bahasaassembly atau
bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh: UNIX
menyediakansystem call: read, write => operasi I/O untuk berkas.
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
- Melalui registers (sumber daya di CPU).
- Menyimpan parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk oleh pointeryang disimpan di register.
- Push (store) melalui “stack” pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.
K.Mesin Virtual
Sebuah mesin virtual (Virtual Machine) menggunakan
misalkan terdapat sistem program => controlprogram yang mengatur pemakaian
sumber daya perangkat keras. Control program = trap System call + akses ke
perangkat keras. Control program memberikan fasilitas ke proses pengguna.
Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan interface “identik” dengan apa
yang disediakan oleh perangkat keras => sharing devices untuk berbagai
proses.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking:seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MVterpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking:seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MVterpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
L.Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi harus nyaman
digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat. Target untuk
sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi, dan dipelihara,
sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
- Mekanisme menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; inimengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
- Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan.Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkanfleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
Implementasi Sistem biasanya menggunakan bahas
assembly, sistem operasi sekarang dapat ditulisdengan menggunakan bahasa
tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat
dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah dimengerti dan didebug. Sistem operasi
lebih mudah dipindahkan ke perangkat keras yang lain bila ditulis dengan bahasa
tingkat tinggi.
M.System Generation (SYSGEN)
Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di
berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap komputer.
Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari sistem
perangkat keras.
- Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
- Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan kernel,memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.
M.Rangkuman
Sistem operasi
telah berkembang selama lebih dari 40 tahun dengan dua tujuan utama. Pertama,
sistem operasi mencoba mengatur aktivitas-aktivitas komputasi untuk memastikan pendayagunaan
yang baik dari sistem komputasi tersebut. Kedua, menyediakan lingkungan yang
nyaman untuk pengembangan dan jalankan dari program.
Pada awalnya,
sistem komputer digunakan dari depan konsul. Perangkat lunak seperti assembler,
loader, linkerdan compiler meningkatkan kenyamanan dari sistem pemrograman,
tapi juga memerlukan waktu set-up yang banyak. Untuk mengurangi waktu set-up
tersebut, digunakan jasa operator dan menggabungkan tugas-tugas yang sama
(sistem batch). Sistem batch mengizinkan pengurutan tugas secara otomatis
dengan menggunakan sistem operasi yang resident dan memberikan peningkatan yang
cukup besar dalam utilisasi komputer. Komputer tidak perlu lagi menunggu
operasi oleh pengguna. Tapi utilisasi CPU tetap saja rendah. Hal ini dikarenakan
lambatnya kecepatan alat-alat untuk I/O relatif terhadap kecepatan CPU. Operasi
off-line dari alat-alat yang lambat bertujuan untuk menggunakan beberapa sistem
reader-to-tape dan tape-to-printer untuk satu CPU.
Untuk
meningkatkan keseluruhan kemampuan dari sistem komputer, para developer
memperkenalkan konsep multiprogramming. Dengan multiprogramming, beberapa tugas
disimpan dalam memori dalam satu waktu; CPU digunakan secara bergantian
sehingga menambah utilisasi CPU dan mengurangi total waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Multiprogramming, yang dibuat untuk
meningkatkan kemampuan, juga mengizinkan time sharing. Sistem operasi yang
bersifat time-shared memperbolehkan banyak pengguna untuk menggunakan komputer
secara interaktif pada saat yang bersamaan. Komputer Personal adalah
mikrokomputer yang dianggap lebih kecil dan lebih murah dibandingkan komputer
mainframe. Sistem operasi untuk komputer-komputer seperti ini diuntungkan oleh
pengembangan sistem operasi untuk komputer mainframe dalam beberapa hal. Namun,
semenjak penggunaan komputer untuk keperluan pribadi, maka utilisasi CPU tidak
lagi menjadi perhatian utama. Karena itu, beberapa desain untuk komputer
mainframe tidak cocok untuk sistem yang lebih kecil.
Sistem parallel
mempunyai lebih dari satu CPU yang mempunyai hubungan yang erat; CPU-CPU
tersebut
berbagi bus komputer, dan kadang-kadang berbagi memori dan perangkat yang
lainnya. Sistem seperti itu dapat meningkatkan throughput dan reliabilititas.
Sistem hard real-time sering kali digunakan sebagai alat pengontrol untuk
applikasi yang dedicated. Sistem operasi yang hard real-time mempunyai batasan
waktu yang tetap yang sudah didefinisikan dengan baik.Pemrosesan harus selesai
dalam batasan-batasan yang sudah didefinisikan, atau sistem akan gagal. Sistem
soft real-time mempunyai lebih sedikit batasan waktu yang keras, dan tidak
mendukung penjadwalan dengan
menggunakan
batas akhir. Pengaruh dari internet dan World Wide Webbaru-baru ini telah
mendorong pengembangan sistem operasi modern yang menyertakan web browser serta
perangkat lunak jaringan dan komunikasi sebagai satu kesatuan.
Multiprogramming
dan sistem time-sharing meningkatkan kemampuan komputer dengan melampaui batas
operasi (overlap) CPU dan I/O dalam satu mesin. Hal seperti itu memerlukan
perpindahan data antara CPU dan alat I/O, ditangani baik dengan polling atau
interrupt-driven akses ke I/O port, atau dengan perpindahan DMA. Agar komputer
dapat menjalankan suatu program, maka program tersebut harus berada di memori
utama (memori utama). Memori utama adalah satu-satunya tempat penyimpanan yang
besar yang dapat diakses secara langsung oleh prosessor, merupakan suatu array
dari word atau byte, yang mempunyai ukuran ratusan sampai jutaan ribu. Setiap
word memiliki alamatnya sendiri. Memori utama adalah tempat penyimpanan yang
volatile, dimana isinya hilang bila sumber energinya (energi listrik) dimatikan.
Kebanyakan sistem komputer menyediakan secondary storage sebagai perluasan dari
memori utama. Syarat utama dari secondary storage adalah dapat menyimpan data
dalam jumlah besar secara permanen. Secondary storage yang paling umum adalah
disk magnetik, yang meyediakan penyimpanan untuk program mau pun data. Disk
magnetik adalah alat penyimpanan data yang nonvolatile yang juga menyediakan
akses secara random. Tape magnetik digunakan terutama untuk backup, penyimpanan
informasi yang jarang digunakan, dan sebagai media pemindahan informasi dari
satu sistem ke sistem yang lain.
Beragam sistem
penyimpanan dalam sistem komputer dapat disusun dalam hirarki berdasarkan
kecepatan dan
biayanya. Tingkat yang paling atas adalah yang paling mahal, tapi cepat. Semakin
kebawah, biaya
perbit menurun, sedangkan waktu aksesnya semakin bertambah (semakin lambat).
Sistem operasi
harus memastikan operasi yang benar dari sistem komputer. Untuk mencegah
pengguna program mengganggu operasi yang berjalan dalam sistem, perangkat keras
mempunyai dua mode: mode pengguna dan mode monitor. Beberapa perintah (seperti
perintah I/O dan perintah halt) adalah perintah khusus, dan hanya dapat
dijalankan dalam mode monitor. Memori juga harus dilindungi dari modifikasi
oleh pengguna. Timer mencegah terjadinya pengulangan secara terus menerus
(infinite loop). Hal-hal tersebut (dual mode, perintah khusus, pengaman memori,
timer interrupt) adalah blok bangunan dasar yang digunakan oleh sistem operasi
untuk mencapai operasi yang sesuai.
Sistem operasi
menyediakan banyak pelayanan. Di tingkat terrendah, sistem calls mengizinkan
program yang sedang berjalan untuk membuat permintaan secara langsung dari
sistem operasi. Di tingkat tertinggi, command interpreter atau shell
menyediakan mekanisme agar pengguna dapat membuat permintaan tanpa menulis
program. Command dapat muncul dari bekas sewaktu jalankan batch-mode, atau
secara langsung dari terminal ketika dalam mode interaktive atau time-shared.
Program sistem disediakan untuk memenuhi kebanyakan dari permintaan pengguna.
Tipe dari permintaan beragam sesuai dengan levelnya. Level sistem call harus
menyediakan fungsi dasar, seperti kontrol proses serta manipulasi alat dan
bekas. Permintaan dengan level yang lebih tinggi (command interpreter atau program
sistem) diterjemahkan kedalam urutan sistem call.
Pelayanan
sistem dapat dikelompokkan kedalam beberapa kategori: kontrol program, status
permintaan dan permintaan I/O. Program error dapat dipertimbangkan sebagai
permintaan yang implisit untuk pelayanan. Bila sistem pelayanan sudah
terdefinisi, maka struktur dari sistem operasi dapat dikembangkan. Berbagai
macam tabel diperlukan untuk menyimpan informasi yang mendefinisikan status
dari sistem komputer dan status dari sistem tugas. Perancangan dari suatu
sistem operasi yang baru merupakan tugas yang utama. Sangat penting bahwa
tujuan dari sistem sudah terdefinisi dengan baik sebelum memulai perancangan.
Tipe dari sistem yang diinginkan adalah landasan dalam memilih beragam
algoritma dan strategi yang akan digunakan. Karena besarnya sistem operasi,
maka modularitas adalah hal yang penting. Merancang sistem sebagai suatu urutan
dari layer atau dengan menggunakan mikrokernel merupakan salah satu teknik yang
baik. Konsep virtual machine mengambil pendekatan layer dan memperlakukan baik
itu kernel dari sistem operasi dan perangkat kerasnya sebagai suatu perangkat
keras. Bahkan sistem operasi yang lain dapat dimasukkan diatas virtual machine
tersebut. Setiap sistem operasi yang mengimplemen JVM dapat menjalankan semua
program java, karena JVM
mendasari dari
sistem ke program java, menyediakan arsitektur tampilan yang netral.
Didalam daur
perancangan sistem operasi, kita harus berhati-hati untuk memisahkan pembagian
kebijakan
(policy decision) dengan detail dari implementasi (mechanism). Pemisahan ini
membuat
fleksibilitas
yang maksimal apabila policy decision akan diubah kemudian. Sistem operasi
sekarang ini hampir selalu ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi.
Hal ini meningkatkan implementasi, perawatan portabilitas. Untuk membuat sistem
operasi untuk suatu konfigurasi mesin tertentu, kita harus melakukan system
generation.
< = G00d luck=>
Anak Q 1980
Tidak ada komentar:
Posting Komentar